24th Oct, 2007

Coto Makasar Jalan Kendal

Inilah kalau berteman dengan orang Ujung Panjang. Setelah keliling-keliling tiba-tiba Meidy mengajakku, makan Coto Makasar yuk… Dimana? Jalan Kendal. Akhirnya kami berdampar di Anging Mamiri disalah satu kedai makanan dijalan Kendal.

Untuk pertamakalinya aku makan coto makasar. Ternyata isi dari coto (soto) mayoritas jeroan: usus, babat, lidah, jantung, limpa, ati dan daging… Aku memilih usus, babat dan daging sedang Meidy memilih lidah.

Makannya selain menggunakan nasi bisa menggunakan buras atau ketupat. Kebetulan kami memilih burus sebagai teman makan kami.

Rasa coto ini memang dasyat…gurih, kuahnya yang berwarna coklat dengan lemak tipis yang mengambang, menambah gurihnya kuah ini.  Dari sumber yang harus di periksa lagi kebenarannya, kuah tersebut dibuat dari air beras dan tauco, tentunya dengan beberapa bahan lainnya.

Yang menambah sedap coto ini adalah sambel tauconya. Buat aku yang termasuk penggemar tauco terasa cocok.  Berbicara tantang burasnya, ternyata terasa gurih juga. Berasnya padat tetapi tidak keras. Bila rasanya gurih seperti ini, buras bisa makan begitu saja, apalagi jika sedang lapar-laparnya. Berhubung kami tidak begitu lapar, ketupat luput dari wisata kali ini.

Puas rasanya mencoba coto makasar ini. Harga perposi Rp. 15.000,- tidak mempedulikan isinya apa. Sedangkan harga buras dan ketupat Rp. 2.000,- perbuah. Selamat mencoba.

Responses

asyik juga neh tulisannya … ayo, bikin lagi dong :)

kapan-kapan makan bareng coto ini yuk mbak mel :)

hmmm tanggal artikelnya: sesuai tanggal ultahku. hubungannya? entahlah, mungkin selain aku pernah tinggal di makassar, aku pernah SEKALI mencicipi coto makassar, dan seorang temanku bernama yang juga bernama Meidy tinggal di Makassar, kalau ini Meidy yang sama, sepertinya aku telah menemukan kebetulan ^^

Leave a response

Your response:

Categories