Kemarin tanggal 25/10/07, aku ditelepon oleh seorang teman dari Surabaya. Mel, adikmu kerja di Kao (PT. Koa Indonesia) yang produksi Attack. Iya, kenapa?, sahutku.Katanya, ini loch, kakakku pakai produk attack. Sewaktu dia membuka bungkusan baru, ada kertas yang mengatakan bahwa dia memenangkan hadiah mobil. Benar tidak?
Bohong, sahutku. Adikku pernah bercerita bahwa customer service-nya sedang kewalahan menanggapi orang-orang yang mendapat kertas hadiah tersebut.
Pagi ini aku mengkonfirmasi hal itu kepada adikku. Sampai saat ini sudah 10.000 orang yang mendapatkan kertas hadiah tersebut. Sejauh yang dia ketahui, produk-produk yang juga terkena kertas hadiah tersebut adalah rinso, daiya, dancow. Kebanyakan produk detergen.
Gimana cara mereka memasukkan kertas tersebut, tanyaku? Ya, kemasannya dibuka secara rapih kemudian disegel kembali menggunakan mesin press plastik.
Yang mengagumkan punya dancow. Pertama mereka harus membuka kardusnya kemudian aluminium-nya. Kemudian menggembalikan seperti semula. Cuma terbayang tidak kertas tersebut tidak diketahui steril atau tidak. Bagaimana kalau susu tersebut dikonsumsi oleh anak-anak, terutama balita. Terlepas dari kertas itu sendiri, sewaktu dibuka, kita tidak tau apa yang telah mereka perbuat. Jadi kemungkinan besar susu tersebut sudah tidak steril lagi.
Bagaimana dengan mereka yang benar-benar jadi korban?, tanyaku kembali. Sekarang kebanyakan mereka menelepon layanan konsumen terlebih dahulu. Tetapi memang tak urung ada yang jadi korban, dari yang sekedar transfer pusla HP (hahhhhh!!!) sampai rugi jutaan rupiah (weleh weleh).
Kita semakin harus berhati-hati…tetapi sebenarnya ini tanggung jawab siapa ya? Polisi untuk menumpas kejahatan ini, perusahaan untuk lebih melindungi produk-produknya (tidak perduli produk atau jasa) atau kita semua harus memberitahu kepada yang lain supaya orang lain tidak tertipu.